SUKABUMI, jejakinformasi.id -
Dua Minggu pasca rumah warga dan jalan Kabupaten Sukabumi yang berada di Kampung Lebakpicung Rt 02/07, Desa Lebaksari, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi yang terendam air bercampur lumpur, warga meminta kejelasan.
Kejadian terendamnya rumah dan rusaknya tembok warga tersebut diduga dari kegiatan cut and fill pembangunan perumahaan PT Naga Surya Sejahtera (NSS), hal tersebut jelas menjadi kerugian bagi warga yang rumahnya terkena dampak tersebut.
"Sudah 2 Minggu pasca luapan air bercampur lumpur yang merendam rumah saya dan rumah milik adik saya pihak perusahaan belum ada respon atas kejadian tersebut, " ungkap Ramdani (36) warga yang rumahnya terkena luapan air bercampur lumpur.
Dirinya pun menambahkan, warga sekitar sebetulnya tak menolak dengan adanya pembangunan Perumahan diwilayah mereka namun harusnya pihak perusahaan pun dapat lebih intens terhadap warga apabila ada kejadian tersebut.
"Masyarakat dari awal bukannya menolak, namun sebelumnya kami meminta kepada pihak perusahaan untuk memperhatikan dampak dari pembangunan tersebut, seperti halnya luapan air bercampur lumpur yang terjadi 2 minggu lalu, " tambahnya.
Hal senada diungkapkan Ace Hidayat (41), kejadian luapan air bercampur lumpur pun menimpa rumah orang tuanya Edeh (55) hingga membuat tembok yang baru dibangun 1 minggu sebelumnya roboh.
"Tembok yang baru dibangun seminggu sebelumnya oleh keluarga kami roboh, tembok dengan tinggi 1 meter dan panjang 10 meter roboh diduga akibat air dari kegiatan cut and fill pembangunan perumahan yang menerjang tembok, " cetusnya.
Ace pun berharap pihak Pemerintah agar secepatnya melakukan pemanggilan kepada pihak perusahaan yang membangun perumahan tersebut agar mendapatkan jawaban atas kerugian yang dialami oleh warga yang terkena dampak.
"Kami meminta pihak Pemerintah Desa, Kecamatan atau bila perlu Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar secepatnya memanggil pihak perusahaan atas kerugian yang dialami oleh warga setempat yang terdampak dari aliran air bercampur lumpur yang sebelumnya tidak pernah terjadi diwilayah kami, " pungkasnya.
Reporter : Jack
Editor : Andi
