SUKABUMI, jejakinformasi.id -
Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi digeruduk puluhan mahasiswa yang tengah menyuarakan beberapa tuntutan. Mahasiswa tersebut terlihat menyuarakan aspirasi nya didepan kantor dan dikawal anggota Kepolisian Polres Sukabumi.Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Sukabumi (PB Himasi) Sukabumi menyuarakan beberapa tuntutan dan menduga bahwa DLH Kabupaten Sukabumi "mati".
"Aksi ini dipicu adanya aduan dari masyarakat serta hasil dari pada pertemuan investigasi kami di lapangan, maka kami PB HIMASI membawa sejumlah tuntutan kepada DLH Kabupaten Sukabumi", kata Danial Fadhilah, Ketua Umum PB HIMASI, Jum'at (24/09/2021).
Eksploitasi alam yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu senantiasa menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat atau dikeluarkan oleh negara yang bersangkutan,ataupun etika dan estetika yang dianut oleh masyarakat setempat.
" Penyimpangan yang dilakukan oleh orang-orang tertentu, yang mengatasnamakan pembangunan lingkungan, tetapi sebenarnya merusak lingkungan, " beber Danial.
Adapun tuntutan mahasiswa antara lain:
1. Pemberhentian sumber pencemaran dan pembersih unsur pencemar.
2. Remidiasi (upaya pemulihan) pencemaran lingkungan hidup untuk memperbaiki mutu lingkungan hidup.
3. Rehabilitasi upaya pemulihan untuk mengembalikan nilai, fungsi dan manfaat lingkungan hidup, termasuk pencegahan kerusakan lahan, memberikan perlindungan dan memperbaiki ekosistem.
4. Restorasi (menjadikan lingkungan hidup atau bagian nya berfungsi Kembali sebagaimana mestinya.
5. Evaluasi kinerja KADIS DLH Kabupaten Sukabumi karena tidak becus dalam bekerja.
Pantauan di lokasi mahasiswa bergantian melakukan orasi di depan gerbang masuk menuju DLH Kabupaten Sukabumi. Namun sangat disayangkan hingga membubarkan diri pihak DLH Kabupaten Sukabumi tidak mendatangi para Mahasiswa.
"Kami bubar karena Kepala Dinas Lingkungan Hidup tidak dapat menampung dan menjawab aspirasi kami, kami merindukan DLH hadir di tengah - tengah masyarakat sebagai bagian dari rakyat bukan hanya hadir sebagai kepentingan dari KORPORASI, " pungkasnya.
Reporter : Jack
Editor : Andi S
